Isnin, 6 September 2010

Pilih Tuhan atau setan ?

PILIHAN - syarafuddinsulaiman
Terkadang mlm mlm begini,
hati rasa sunyi
hanya kenalan
tanpa teman
di sisi

tuhan ada di sini
kawan ada di sana
pilih antara dua
jika mahu bahagia

kita dan tuhan itu
berlawan-lawan
kita dan setan itu
berkasih-kasihan

kasih tuhan
pujuk setan
mana satu kan menang?

suka x 10,000
Keep it up Saudara syarifuddin Sulaiman ( Penulis Misteri Luqman, Hidup sebagai sebuah akademi,
akedemi kehidupan )
Geng Genius (1): Misteri LuqmanHidup Sebagai Sebuah AkademiAkademi Kehidupan Untuk Remaja Kreatif

Jika Perbuatan Orang Kafir Itu Telah Ditulis Mengapa Dia Disiksa?




Pertanyaan:

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin ditanya : "Apakah perbuatan orang-orang kafir telah tertulis di Lauh Mahfudz ? Apabila benar, maka bagaimana Allah menyiksa mereka ..?"


Jawaban.

Benar, perbuatan orang-orang kafir telah tertulis sejak zaman azali, bahkan perbuatan semua manusia telah tertulis sejak dia berada di perut ibunya, sebagaimana tertuang dalam hadits shahih dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu ia berkata ; Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam (yang benar lagi dibenarkan) bercerita kepada kami.

"Artinya : Sesungguhnya salah seorang di antara kamu dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya selama empat puluh hari berbentuk nutfah, kemudian menjadi 'alaqah selama empat puluh hari pula, kemudian menjadi mudhghah selama empat puluh hari pula. Lalu diutuslah kepadanya seorang malaikat, dan diperintahkan dengan empat kalimat untuk menulis rezekinya, ajalnya, amalannya, celaka atau bahagia".

Maka perbuatan orang-orang kafir telah tertulis di sisi Allah Azza wa Jalla, telah diketahui oleh Allah 'Azza wa Jalla sejak zaman azali dan orang yang berbahagia telah diketahui pula oleh Allah sejak zaman azali. Akan tetapi barangkali ada yang bertanya-tanya bagaimana mereka akan diadzab padahal Allah telah menetapkan atas mereka akan hal itu sejak zaman azali.?
Jawaban kami.

Mereka disiksa karena hujjah telah sampai kepada mereka, jalan kebenaran telah dijelaskan, lalu para rasul telah diutus kepada mereka, kitab-kitabnyapun telah diuturunkan. Juga telah dijelaskan petunjuk dan kesesatan dan mereka diberi motivasi untuk menempuh jalan petunjuk, sekaligus menjauhi jalan yang sesat. Mereka memiliki akal dan kehendak ; mereka memiliki kemampuan untuk berikhtiar. Oleh karena itu kita mendapati orang-orang kafir ini dan juga selain mereka, berusaha meraih kemaslahatan dunia dengan kehendak dan ikhtiarnya. Kita tidak mendapati seorangpun dari mereka berupaya meraih sesuatu yang membahayakan di dunia atau meremehkan dan bermalas-malasan dalam perkara yang bermanfaat baginya, lalu ia mengatakan : ini telah tertulis sebagai jatahku. Maka selalunya setiap orang akan berusaha meraih manfaat bagi dirinya. Dengan demikian, seharusnya mereka berusaha meraih manfaat dalam urusan-urusan agama mereka sebagaimana mereka berusaha keras meraih manfaat dari urusan dunianya. Tidak ada perbedaan di antara keduanya, bahkan penjelasan tentang kebaikan dan keburukan dalam urusan agama di dalam kitab-kitab suci yang diturunkan kepada para rasul lebih banyak dan lebih besar daripada penjelasan tentang urusan-urusan dunia. Maka kewajiban mereka adalah menempuh jalan yang menghatarkannya kepada keselamatan dan kebahagiaan, bukan menempuh jalan yang menempah mereka pada kebinasaan dan kesengsaraan.

Kemudian kami katakan, ketika si kafir memilih kekafiran sama sekali tidak merasa ada orang yang memaksanya. Bahkan perasaannya mengatakan bahwa bahwa ia melakukan hal itu dengan kehendak dan ikhtiarnya. Maka apakah ketika memilih kekufuran ia tahu apa yang telah ditetapkan Allah untuk dirinya .? Jawabannya, tentu tidak. Karena kita tidak mengetahui bahwa sesuatu telah ditetapkan terjadi pada kita kecuali sesudah terjadi. Adapun sebelum terjadi, kita tidak mengetahui apa yang telah ditetapkan untuk kita karena hal ini termasuk perkara ghaib.

Selanjutnya, sekarang kami katakan kepada orang itu : sebelum terjerumus kepada kekafiran, di depan anda ada dua perkara ; hidayah dan kesesatan. Lalu mengapa anda tidak menempuh jalan hidayah dengan anggapan bahwa Allah telah menetapkannya untukmu ? Mengapa anda menempuh jalan sesat lalu setelah menempuhnya anda beralasan bahwa Allah telah menetapkannya ? Kami tegaskan kepada anda sebelum memasuki jalan ini ; apakah anda mempunyai pengetahuan bahwa hal ini telah ditetapkan kepadamu ? ia pasti menjawab : "Tidak". Dan mustahil jawabannya : "Ya". Jadi apabila ia mengatakan : "Tidak". Kami tegaskan lagi ; kalau begitu mengapa anda tidak menempuh jalan hidayah seraya menganggap bahwa Allah telah menetapkan hal itu kepadamu. Oleh karena itu, Allah Ta'ala berfirman.

"Artinya : Maka tatkala mereka berpaling dari kebenaran, Allah memalingkan hati mereka" [Ash-Shaf : 5]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman.

"Artinya : Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (jannah). Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup. Serta mendustakan pahala yang terbaik. Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar[i]" [Al-Lail :5-10]

Ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memberitahu para sahabat bahwa tidak ada seorangpun kecuali telah dicatat tempat duduknya di jannah dan tempat duduknya di neraka, para sahabat bertanya ; wahai Rasulullah, apakah kami boleh meninggalkan amalan dan bersandar pada apa yang telah ditetapkan ? Beliau bersabda.

"Artinya : [i]Tidak, beramallah kelian, karena tiap-tiap orang dimudahkan kepada sesuatu yang diciptakan baginya"

Sesudah itu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam membaca firman Allah.

"Artinya : Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa. Dan membenarkan adanya pahala yang terbaik. Maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup. Serta mendustakan pahala yang terbaik. Maka kelak kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar".

Inilah jawaban kami atas pertanyaan yang disampaikan oleh penanya tadi, dan betapa banyaknya orang yang beralasan seperti tadi dari kalangan orang-orang yang sesat. Alangkah anehnya mereka karena mereka sama sekali tidak pernah beralasan dengan yang semisal ini dalam masalah-masalah dunia. Bahkan anda mendapati mereka menempuh sesuatu yang lebih bermanfaat bagi mereka dalam persoalan-persoalan duniawi. Manakala dikatakan kepada seseorang ; jalan yang ada dihadapanmu ini adalah jalan yang sulit lagi rumit, di sana ada para pencuri dan banyak binatang buas, sedangkan ini jalan kedua, jalan yang mudah, ringan dan aman, tidak mungkin seseorang menempuh jalan yang pertama dan meninggalkan jalan yang kedua. Demikian pula dengan dua jalan ; jalan neraka dan jalan jannah. Para rasul menjelaskan jalan ke jannah lalu mereka mengatakan : inilah jalan ke jannah. Mereka juga mejelaskan jalan ke neraka lalu menegaskan : inilah jalan menuju neraka. Mereka memperingatkan dari jalan yang kedua dan menganjurkan untuk menempuh jalan pertama. Sementara para pendurhaka beralasan dengan qadha Allah dan Qadar-Nya -padahal mereka tidak mengetahuinya- atas kemaksiatan dan kejahatan yang mereka lakukan dengan ikhtiarnya dan dalam hal ini mereka tidak memiliki hujjah di sisi Allah Ta'ala.

Sabtu, 4 September 2010

Pesanan buat suami

Online pagi-pagi buta hari nie sebab tak dapat sambung tido..cari apa-apa yang berfaedah untuk dibaca..terjumpa Pesanan buat suami daripada  Dato’ Dr Hj Mohd Fadzilah Kamsah 
Tersenyum sorang-sorang pulak membacanya (suami lum balek keje)...lucu pun ada tapi banyak isi penting untuk di high light kan..
Erm...nanti Nak carilah pulak Pesanan Buat isteri  ;) 
Anyway, pesanan no 10 tu susah pulak rasanya nak ikut...
(tak kesah pun , sebab selalu sendiri pun buat...haha)
Suamiku...Terima kasih kerana sudi menjadikan aku suri hati untuk menumpang kasihmu,menumpang di bahumu,menumpang tempat berteduh seketika di dunia

Doaku : suamiku orang soleh,dikasihi Allah dan nanti mendapat tempat mulia disisinya.
semoga Allah merestui cinta kita sehingga ke syurga..Amiin.
1. Selalu menghargai usaha dan penat-lelah isteri, terutama isteri yang bekerja dan sama-sama terpaksa menanggung hutang suami.

2. Bila isteri bercakap, pandanglah mukanya dan buka telinga luas-luas. Biar apa yang dikatakannya masuk telinga kanan dan tersumbat di telinga kiri. Sambil tu otak suami kenalah memproses informasi yang diterima daripada isteri dengan bijak serta prihatin.

3. Jangan sekali-kali membandingkan masakan isteri atau cara isteri menghias rumah dengan mak anda kecuali masakan/cara menghias isteri anda lebih baik dan canggih dari emak anda..

4. Jangan demand sex sekiranya isteri tak ada mood atau letih. Agama suruh kahwin bukan semata-mata untuk penuhi nafsu syahwat saja.
5. Kalau pasangan dah ada anak, sama-samalah menjaga anak. Benih dari awak juga.. Ada suami, isteri sedang makan disuruh cebok kencing n berak anak sedangkan suami duduk tersandar kekenyangan macam maharaja.
Ish...Ish..

6. Jangan sekali-kali duduk tersandar depan TV atau relax-relax sedangkan isteri bila balik dari kerja, buka saja kasut terus masuk dapur, memasak, mengemas, membasuh, kejar anak dsbnya. Berbulu mata dan sayu hati isteri bila kami tak cukup tangan nak menguruskan rumahtangga sedangkan suami lepas tangan.

7. Sekiranya suami makan dahulu, tinggalkan sedikit lauk utk isteri. Jangan bedal semua sampai turn isteri yang tinggal cuma ekor ikan sekerat, janggut sotong dan ekor taugeh.

8. Kalau nak ajak member bertandang ke rumah, beritau isteri dulu, kalau boleh sehari-dua in advance. Jadi bolehlah dia memasak yang best-best dan mengemas rumah cantik-cantik. Bayangkan perasaan isteri kalau tetamu datang terpacak sedangkan kain-baju masih berlonggok belum sempat dilipat, permainan anak masih berselerak dan isteri cuma masak mi maggi saja.

9. Jangan sekali-kali menyakat isteri tentang saiz badannya yang semakin sihat atau semakin melidi. Tengok body sendiri dalam cermin dulu.
10. Jangan kentut depan isteri. Masa bercinta dulu kenapa boleh control kentut?

11. Hormatilah ibu-bapa dan kaum keluarga isteri walaupun anda cuma main wayang, bodek mereka masa nak mengurat isteri anda dulu. Jangan sekali mencaci mereka walaupun secara bergurau.
12. Jangan kedekut dengan isteri serta keperluan rumahtangga.

13. Jagalah maruah anda sebagai suami dan lelaki. Selagi boleh, jangan bebankan isteri dengan masaalah kewangan anda. Selalunya perempuan ni, semakin suami “degil” tak nak minta pertolongan, selagi itulah dia rela nak tolong.

14. Jangan bersepah dan bersikap pengotor. Dah buka baju, letakkan dalam bakul baju kotor, dah guna cungkil gigi, buanglah dalam bakul sampah, bila dah guna ubat gigi bubuh balik penutupnya, dah ambil sesuatu barang simpan balik ditempat asal, dah berak flush. Susah sangat ke nak buat macam tu? Semua nak kena ajar ke?
15. Rajin-rajinlah bertanya isteri kalau dia perlukan bantuan anda dengan kerja rumah/menjaga anak. Tapi jangan tanya dua tahun sekali. Jangan tunjuk rajin bila ada tetamu di rumah saja.

16. Hormatilah isteri anda sebagaimana anda mahu dihormati. Isteri pun manusia. Allah berikan banyak keistimewaan kepada para isteri tapi diputar-belitkan tafsirannya oleh orang lelaki untuk kepentingan diri sendiri.

17.. Jangan main kayu tiga dengan perempuan lain. Main lain lagi tak boleh. Kalau isteri awak yang buat, tentu awak tak boleh tolerate, jadi mengapa isteri awak kena tolerate kalau awak buat?
18. Kalau tak menyukai sikap atau perbuatan isteri, tegurlah secara baik, jangan asyik nak menengking aja. Kalau awak sakit nak mati nanti, siapa yang kena jaga awak? Bai jual roti? Apek jual sayur? Jiran sebelah rumah awak?

19. Kalau isteri nampak tak sihat, cepat-cepatlah bawa jumpa doktor. Tunjuklah anda mengambil berat tentang dirinya.

20. Berbincanglah dengan isteri sebelum sesuatu keputusan dibuat. Walaupun suami megah ada kuasa veto, tak jadi bapok kalau pendapat isteri diambil kira. Pokok pangkalnya ialah timbangrasa dan saling menghargai. Cubalah ketepikan ego yang keterlaluan. Bukannya laku bila dah mati nanti.

21. Dalami agama dan bimbinglah anak isteri dengan ikhlas seperti yang dituntut agama. Ingat, kalau seorang suami masuk syurga, besar kemungkinan isteri pun masuk syurga. Kalau suami masuk neraka belum tentu isteri juga masuk neraka. Kalau isteri masuk neraka, besar kemungkinan suami juga masuk NERAKA tapi kalau isteri masuk syurga belum tentu suami pun masuk syurga.Ini bukan rekaan saya tapi saya dengar dari seorang ustaz.

22. Berusahalah dengan ikhlas untuk mempertahankan keharmonian rumahtangga. Jangan buat apa yang isteri tak suka. Percayalah, kalau suami buat baik sekali dengan isteri, isteri balas sepuluh kali
23. Jangan buat donno kalau isteri merajuk atau berkecil hati. Kalau perlu minta maaf, minta maaf, kalau perlu dipujuk, pujuk. Hati orang pompuan ni sensitif. Kalau kami rasa suami tak ambil kisah, perasaan bagai dihiris-hiris. Perkara yang dipandang remeh oleh suami boleh menjadi kanser kepada isteri. Kepada para suami khususnya dan kaum lelaki amnya, janganlah dianggap masalah hati dan perasaan orang perempuan ni enteng sahaja.
Allah s.w.t. berfirman, “Dan ketahuilah bahawasanya Allah mengetahui apa yang didalam hatimu, sebab itu berhati-hatilah dengan Tuhan”





Renungan buat kita agar hati kita tidak mati

Jumaat, 3 September 2010

Aku Hina..


1. Demi masa
2. Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian
3.  Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal
saleh dan berwasiat ( nasiha-menasihati) dengan
kebenaran dan berwasiat ( nasihat-menasihati) dengan Kesabaran.
Sadaqallahul a'zim
Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang...
Demi diri yang bergelar hamba abdi kepada tuhannya, kerdil dan hina, lemah dan dina, bersalut dosa dan lumpur noda..
Sesungguhnya aku menadah tangan memohon ampun di setiap ketika, mengalir air mata darah sekalipun dosa dan noda yang terpahat seakan terpaku di semua daging-dagingku yang melekat di tulang, tak tertanggal dan terasa masih di situ, terasa kotor dan hinanya diri...namun, putus asaku terhadap rahmatmu Allah tak mungkin ada... Hati jadi sedikit tenang terpujuk dengan firmanMu

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”(Q.S. Yusuf : 87)
RahmatMu aku tahu termasuk pengampunanMu.....Tapi sungguh, dosa adalah beban diri....tak mungkin tertanggung jika direnung seorang diri...rasa hampa pada diri menyerbu mendadak...Bagaimana ingin kutebus semuanya...sungguh aku takut dengan azab seksamu yang maha dahsyat...tidak terlepas walau sezarah, walau siapa pun gelaranku di dunia fana ini...aku tahu Allah kau punya sifat Maha Pembalas (Al-Muntaqim) , Yang Maha Penghitung ( Al-Muhsi)...Tapi kau juga Maha Pengampun ( Al-ghaffar)..


Demi diri yang hina ini, tidak layak kah aku memperingati diri sendiri juga sahabat-sahabat yang mahu membuka hati demi perubahan dari tidak sempurna kepada mencari ilmu, dari terasa gelap kepada mencari cahaya, dari tenggelam kepada mencari pautan...aku yang dahagakan ampunannya, juga punya perasaan persaudaraan sesama islam yang menebal dalam diri, kugagahi juga mengoreksi ilmu dari para ilmuwan untuk berkongsi dengan diri dan saudara seislam ku... agar kita semua tak terus tenggelam...lemas...sehingga sakaratul maut menjemput, adakah mungkin sempat kita menyesal.....sebab ia datang tanpa kad jemputan...padahal datangnya tetap dan pasti..


Aku sayang diriku...Aku sayang keluargaku...Aku juga sayang saudara-saudara seislamku...Aku lihat saudaraku yang terpesong jauh, ia cermin kepada diriku juga..tak mustahil jika aku tidak diperingati, aku juga hanyut  jauh...dari tujuan asal hidupku sebagai hambaMu...


Aku sentiasa berdosa....harus setiap waktu diingati.....
Saudaraku juga mungkin sentiasa berdosa...harus juga diperingati...
Jika tidak ...aku dan saudaraku tergolong dalam orang-orang yang sentiasa kerugian..
berbincang cuma perkara-perkara dunia, yang tak sedikitpun mencuit hati yang berdosa, untuk sentiasa mengingatiMU Allah,untuk menudamba kasih sayangMu dan pengampunanMu....


Kepada saudara-saudaraku yang menutup telinga, hati dan mata...
Tutuplah jika kau rasa itu yang terbaik untuk dirimu...
Kau rasa sanggup menanggung semua seksaNYA , silakan lah...
tidak ku paksa untuk kau buka mata,telinga dan hatimu..
tidak juga ku yang paksa mendengar nasihat dan menyampaikan nasihat..
aku cuma sayangkan mu sebagai saudara ku...
Hanya kerana cinta Ku pada Penciptaku juga kepada Rasulku ( penyampai wahyu Allah)..
Aku baca ini...


Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak digunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak digunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (surah al-A’raf, ayat 179).


Demi Allah......
Aku takut....... !!!




Allah SWT berfirman dalam Al - Qur’an Surat Luqman [31] : 17-19 

"Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan 
cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang 
menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan 
(oleh Allah)”.

"Tidak beriman seseorang daripada kamu sehingga dia menyayangi saudaranya seperti mana dia menyayangi dirinya sendiri.." (Diriwayatkan oleh : Anas Ibnu Malik)


Allah...ampunkan kami untuk semua dosa yang kami lakukan dalam sedar atau tidak sedar kami..
semoga kami terlepas dari beban kerana tidak menyampaikan ayat-ayatmu....



Related Posts with Thumbnails